Jumat, Februari 13, 2009

"Cinta"


Dalam bahasa Jepang, 'cinta' berarti 'ai', bentuk kata kerja 'mencintai' adalah 'ai suru'. "Saya mencintaimu" dapat pula diterjemahkan sebagai 'aishite imasu'. "Aishiteru", "Aishiteru yo" atau "Aishiteru wa" (gaya bicara perempuan) biasanya dipakai dalam percakapan.

Orang Jepang tidak mengatakan "Saya mencintaimu" sesering yang dilakukan orang Barat dikarenakan adanya perbedaan kebudayaan. Orang Jepang umumnya tidak mengekspresikan perasaan cinta mereka secara terbuka. Mereka percaya bahwa cinta dapat diekspresikan melalui tingkah laku. Ketika mereka menuangkan perasaan mereka melalui kata - kata, biasanya dipilih frase "suki desu", ini dapat berarti "menyukai". "Suki da", "Suki dayo" (gaya bicara lelaki) atau "Suki yo" (cara bicara perempuan) adalah ungkapan dalam pergaulan sehari - hari. Sebenarnya banyak variasi pada frase yang satu ini, termasuk dialek dari suatu daerah (hogen). 'Suki yanen' adalah salah satu versi dari dialek Kansai. Frase ini juga dapat berarti "Saya menyukainya" (merujuk pada suatu benda).

Kalau Anda sangat menyukai seseorang atau sesuatu, 'dai'(yang berarti 'besar') bisa ditambahkan sebagai prefiks yang kemudian menjadi 'Daisuki desu'. Ada kata lain untuk menggambarkan 'cinta' yaitu 'koi'. karakter kanji 'ai' termasuk bagian dari dua kanji. Bandingkan beberapa karakter kanji di bawah ini.

'kokoro', 'ai', dan 'koi'

Kasarannya, dalam bahasa Inggris, baik 'ai' dan 'koi'dapat diterjemahkan menjadi 'cinta'. Namun, dalam bahasa Jepang, kedua kata tersebut memiliki perbedaan nuansa.
'Koi' adalah perasaan cinta yang berlawanan dengan nafsu seks, atauatau suatu kerinduan dengan orang tertentu. Ini dapat digambarkan sebagai 'asmara' atau 'cinta yang menggelora'. 'Ai' memiliki persamaan makna dengan 'Koi', hal ini juga memiliki pengertian umum tentang perasaan cinta. "Koi" bersifat egois, sedangkan "Ai" merupakan cinta sesungguhnya. Berikut ini adalah ungkapan yang dapat menjelaskan perbedaan dari keduanya.

Koi selalu mengharap. Ai selalu memberi

"Rennai" ditulis dengan dua kanji 'ai' dan 'koi'. Kata ini mengandung makna 'asmara'. "Rennai kekkon" adalah "pernikahan yang didasarkan oleh cinta" dan berseberangan dengan "Miai kekkon" yang artinya "pernikahan karena dijodohkan". "Rennai-shousetsu" diartikan "sebuah kisah asmara" atau "sebuah novel percintaan". Judul film "As Good as It Gets" diterjemahkan menjadi "Rennai-shousetsuka" (sebuah novel yang menceritakan tentang kisah asmara seorang penulis). Berikut ini ada beberapa peribahasa yang menggunakan 'Koi'

  • Koi ni shishou nashi // Love needs no teaching // Cinta tak perlu dipelajari
  • Koi ni jouge no hedate nashi // Love makes all men equal // Cinta membuat para pria menjadi jahat
  • Koi wa shian na hoka // Love is without reason // Cinta tak perlu alasan
  • Koi wa moumoku // Love is blind // Cinta itu buta
  • Koi wa nesshi yasuku same yasui // Love becomes deep easily, but cools down soon // Cinta dengan mudah menjadi begitu dalam, tapi lekas menajadi tenang (maapp, kalo terjemahannya kurang pas ^,^V)
"Soushi-souai" adalah salah satu dari yoji-jukugo, yang berarti "saling mencintai satu sama lain". Kadang orang Jepang dapat menggunakan kata 'love' dengan baik, walaupun dalam pengucapannya bisa berubah jadi 'rabu' (sejak tak dikenalnya huruf 'L' dan 'V' dalam bahasa Jepang).

"A love letter" (surat cinta) biasanya disebut' "rabu retaa" atau "koibumi". Namun "koibumi" terdengar sedikit kaku dan lebih mengacu pada kata sastra dibanding ke arah percakapan. "Rabu shiin" artinya "suasana cinta" (kalau si penerjemah tdk salah mengartikan ^^"). Anak muda biasanya mengatakan "rabu rabu" ketika mereka sedang merasa benar - benar jatuh cinta.

sumber : m_ula_n with some editing

LOVE is like the wind, we can't see it, but we can feel it.



Related Articles by Categories


2 komentar:

Belajar Yuuk!

Grab this Widget ~ Blogger Accessories