Tampilkan postingan dengan label relax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label relax. Tampilkan semua postingan

Selasa, Mei 05, 2009

A Song for Mother


MOTHER by SEAMO...

Japanese in Romaji lyrics

Hi Mother, Haikei, genki ni shitemasuka?
Saikin renraku shinakute gomen Boku wa nantoka yattemasu...

Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai

Chikaku ni iru to iradatsu kuse ni Tooku ni iru to sabishiku kanji
Anata wa sonna sonzai Donna mondai mo Mi wo kezutte kaiketsu suru
Soshite Boku no shitteru dare yori mo Ichi-ban gamandzuyoku TAFU desu
Itsumo massaki ni ki ni suru Jibun janaku boku no karada de

Suiji sentaku Souji ni ikuji Amatta jikan sara ni shigoto shi
Ichi-ban hikui basho ni aru mono shika MotomenakattanoAnata yo
Atarimae sugi wakaranakatta Hitori de kurashi hajimete wakatta
Anata no sugosa Taihensa Sore wo omoeba Kyou mo boku ganbareru sa

Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai

"Ashita asa shichi-ji ni okoshite" to itte
Anata jikan doori ni okoshite kurete
Shikashi Rifujin na boku wa
Neboke nagara ni iu kotoba wa "Urusee!"
Konna kurikaeshi no RUUTIN Iyana kao hitotsu sezu ni
Anata Mainichi okoshite kureta
Donna mezamashi yori atatakaku seikaku datta

Sore de mo aru hi Gakkou wo ZURUyasumi "Ikitakunai" to ii
FUton kara ichido mo denu boku mae ni Kao wo ryoute de ooikakushi
Oogoe agete naita Boku mo kanashikute naita
Sono toki boku wa "Nante baka na koto wo shitan da" to jibun semeta

Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Kanshashitemasu My Mother

Kodomo ni sakidattareru hodo Tsurai koto nante Kono yo ni nai no dakara
Tatta ichi-byou de mo Anata yori nagaku ikiru koto Kore dake wa mamoru
Kore dake wa...

Anata no kodomo de yokatta Anata ga boku no haha de yokatta
Itsu made mo kawaranai Zutto zutto kawaranai
Boku wa anata no ikiutsushi dakara...

Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai

Zutto boku no haha de ite Zutto genki de ite
Anata ni wa mada shigoto ga aru kara Boku no oyakoukou uketoru shigoto ga...


English Translation

Lyrics: Naoki Takada
Music: Naoki Takada & Shintaro “Growth” Izutsu

Hi Mother, Dear Mother, how are you doing?
Sorry I haven’t called recently, I’m getting by okay…

*Your body is small and so are your hands
White hairs are mixed in and you’ve grown more genial
But to me you’re still bigger than anything, stronger than anyone
I want to tell my kids about this love that supported me

Even though I grow impatient when I’m near you
When you’re far away from me I grow lonely
That’s who you are to me, you can cut through any problem and solve it
And you have the most patience and toughness of anyone I know
You would always be concerned over my well-being before your own

Cooking, doing the laundry, cleaning, raising a child
You even worked during your free time
You would only require things from the lowest places
I didn’t understand even though it was so obvious
It wasn’t until I started living by myself that I understood
Whenever I think of how much you’ve accomplished
And how hard it must have been, I feel like I can try my best today

(Repeat*)

I’d say, “Wake me up at seven a.m.”
And you would wake me up right on time
But I would be unfair to you
And say the words “shut up” while I was still half-asleep
This was the daily routine
You never made one tired face
And woke me up every day
Warmer and more accurately than any alarm clock

But then one day I skipped school and said, “I don’t wanna go”
I wouldn’t leave my futon and you stood in front of me
Hid your face with both hands and cried loudly
I also felt sad and cried
At that time I blamed myself wondering, “How could I be so stupid?”

Your body is small and so are your hands
White hairs are mixed in and you’ve grown more genial
But to me you’re still bigger than anything, stronger than anyone
I give you thanks for this love that supported me, my mother

I know there’s nothing more painful in the world
Than a parent burying their child
So I’ll make sure it never happens
Even if I only live one second longer than you
I’ll make sure of it…

I’m glad I’m your child
I’m glad you’re my mother
And that won’t ever change
It won’t ever change for all time
Because I am the very image of you…

(Repeat*)

Be my mother forever
Be well forever
You still have one more job left to do
And that’s to accept your son’s love and respect for you…



Tadi pagi teman saya cerita tentang pengalamannya mengikuti Achievement Motivation Training. Ia bercerita menggebu - gebu, ia sangat salut pada sang motivator. Nah, lagu diatas adalah lirik lagu yang digunakan sebagai back song video pembuat jejak versi 1 Pak Danang AP. Monggo lagunya diunduh disini.

Kamis, Februari 19, 2009

Life is Like Roller Coaster



Life is Like Roller Coaster, yeah...
Hidup berputar, seperti Roller Coaster. Kadang menanjak naik, lalu sejenak di puncak dan meluncur turun. Berkelok dan melingkar.

Hari ini jadi pejabat, besok jadi narapidana. Sekarang kelaparan, besok malam kekenyangan. Keadaan bisa berubah drastis 180 derajat. Seperti dijungkir balik. Namun, beginilah hidup_yang membuatnya berwarna adalah keadaan jungkir balik itu.


All the time in our lives something somewhere draws a line
I believe in time you'll see sometimes some thing are best let be

You may find between the lines lotsa things you missed first time
But that's ok now hear me say we all learn from our mistakes


Comed this far it's who we are and what and how that takes us far
So just proceed leave history behind but make sure your hands are clean

Halt for a while now would you try to change things given one more try
Sure I know the level is low but never fail and you'll never know
* saat menghela nafas untuk melepaskan penat....

Jumat, Februari 13, 2009

"Cinta"


Dalam bahasa Jepang, 'cinta' berarti 'ai', bentuk kata kerja 'mencintai' adalah 'ai suru'. "Saya mencintaimu" dapat pula diterjemahkan sebagai 'aishite imasu'. "Aishiteru", "Aishiteru yo" atau "Aishiteru wa" (gaya bicara perempuan) biasanya dipakai dalam percakapan.

Orang Jepang tidak mengatakan "Saya mencintaimu" sesering yang dilakukan orang Barat dikarenakan adanya perbedaan kebudayaan. Orang Jepang umumnya tidak mengekspresikan perasaan cinta mereka secara terbuka. Mereka percaya bahwa cinta dapat diekspresikan melalui tingkah laku. Ketika mereka menuangkan perasaan mereka melalui kata - kata, biasanya dipilih frase "suki desu", ini dapat berarti "menyukai". "Suki da", "Suki dayo" (gaya bicara lelaki) atau "Suki yo" (cara bicara perempuan) adalah ungkapan dalam pergaulan sehari - hari. Sebenarnya banyak variasi pada frase yang satu ini, termasuk dialek dari suatu daerah (hogen). 'Suki yanen' adalah salah satu versi dari dialek Kansai. Frase ini juga dapat berarti "Saya menyukainya" (merujuk pada suatu benda).

Kalau Anda sangat menyukai seseorang atau sesuatu, 'dai'(yang berarti 'besar') bisa ditambahkan sebagai prefiks yang kemudian menjadi 'Daisuki desu'. Ada kata lain untuk menggambarkan 'cinta' yaitu 'koi'. karakter kanji 'ai' termasuk bagian dari dua kanji. Bandingkan beberapa karakter kanji di bawah ini.

'kokoro', 'ai', dan 'koi'

Kasarannya, dalam bahasa Inggris, baik 'ai' dan 'koi'dapat diterjemahkan menjadi 'cinta'. Namun, dalam bahasa Jepang, kedua kata tersebut memiliki perbedaan nuansa.
'Koi' adalah perasaan cinta yang berlawanan dengan nafsu seks, atauatau suatu kerinduan dengan orang tertentu. Ini dapat digambarkan sebagai 'asmara' atau 'cinta yang menggelora'. 'Ai' memiliki persamaan makna dengan 'Koi', hal ini juga memiliki pengertian umum tentang perasaan cinta. "Koi" bersifat egois, sedangkan "Ai" merupakan cinta sesungguhnya. Berikut ini adalah ungkapan yang dapat menjelaskan perbedaan dari keduanya.

Koi selalu mengharap. Ai selalu memberi

"Rennai" ditulis dengan dua kanji 'ai' dan 'koi'. Kata ini mengandung makna 'asmara'. "Rennai kekkon" adalah "pernikahan yang didasarkan oleh cinta" dan berseberangan dengan "Miai kekkon" yang artinya "pernikahan karena dijodohkan". "Rennai-shousetsu" diartikan "sebuah kisah asmara" atau "sebuah novel percintaan". Judul film "As Good as It Gets" diterjemahkan menjadi "Rennai-shousetsuka" (sebuah novel yang menceritakan tentang kisah asmara seorang penulis). Berikut ini ada beberapa peribahasa yang menggunakan 'Koi'

  • Koi ni shishou nashi // Love needs no teaching // Cinta tak perlu dipelajari
  • Koi ni jouge no hedate nashi // Love makes all men equal // Cinta membuat para pria menjadi jahat
  • Koi wa shian na hoka // Love is without reason // Cinta tak perlu alasan
  • Koi wa moumoku // Love is blind // Cinta itu buta
  • Koi wa nesshi yasuku same yasui // Love becomes deep easily, but cools down soon // Cinta dengan mudah menjadi begitu dalam, tapi lekas menajadi tenang (maapp, kalo terjemahannya kurang pas ^,^V)
"Soushi-souai" adalah salah satu dari yoji-jukugo, yang berarti "saling mencintai satu sama lain". Kadang orang Jepang dapat menggunakan kata 'love' dengan baik, walaupun dalam pengucapannya bisa berubah jadi 'rabu' (sejak tak dikenalnya huruf 'L' dan 'V' dalam bahasa Jepang).

"A love letter" (surat cinta) biasanya disebut' "rabu retaa" atau "koibumi". Namun "koibumi" terdengar sedikit kaku dan lebih mengacu pada kata sastra dibanding ke arah percakapan. "Rabu shiin" artinya "suasana cinta" (kalau si penerjemah tdk salah mengartikan ^^"). Anak muda biasanya mengatakan "rabu rabu" ketika mereka sedang merasa benar - benar jatuh cinta.

sumber : m_ula_n with some editing

LOVE is like the wind, we can't see it, but we can feel it.

Minggu, Februari 08, 2009

G L I T C H (Tersesat dalam waktu)


Release Date : 29 Jan 2009 (Ind.)
Sutradara : David Poernomo
Produser : Dewi Poernomo
Naskah : David Poernomo
Pemain : Andhika Pratama (Andi), Ikhsan Samiaji (Teten), Fikha Effendi, Amanda Fariedh (Dara)
Studio : Dapoer 711
Category : Sci-Fi, Thriller, Asian
Duration : 86 min.


Sinopsis
Pada tanggal 26 Desember 2004, 01.58 WIB, 6 jam sebelum tsunami, terjadi berbagai kekacauan waktu (time glitch) di berbagai belahan bumi. Andi, Dara dan Teten sedang dalam acara liburan mereka pada dini hari yang naas tersebut dan dalam perjalanan pulang ke Cibubur. Sesaat setelah melewati suatu kabut yang tipis, mereka tiba-tiba melihat Jam Gadang Bukittinggi, yang jaraknya kurang lebih 1008 km dari Jakarta. Mereka ada di tengah kota Bukittinggi padahal sesaat yang lalu mereka masih di Cibubur. Berbagai kejadian aneh setelah peristiwa tersebut membuat para mahasiswa ini kalang kabut menghadapi situasi yang rasanya tidak nyata ini. Kelelahan fisik dan mental ini membuat Andi, mahasiswa Nagoya University Jepang, meminta bantuan Prof. David Leman yang memang ahli dalam Quantum Physic Research Nagoya untuk datang ke Indonesia. Dengan bantuan David, mereka mencoba memecahkan misteri yang menimpa Andi dan teman2nya. Satu hal yang mereka ketahui adalah konon pada jaman dahulu kala leluhur atau nenek moyang mereka seperti Wali Songo dll, mempunyai kesaktian dapat pergi ke tempat lain atau mereka mempunyai sebuah 'vortex' atau lorong waktu yang dapat mereka lewati. Pemikiran Teten yang menggelikan, Andi yang tidak percaya pada mistik serta semangat Dara, sangat membantu Prof. David untuk tetap maju menyibak tabir teori yang diperkirakan bersinggungan dengan relativitas waktu Einstein ini

Setelah melalui berbagai macam perjuangan, akhirnya mereka menemukan dimana letak vortex ini. Satu hal yang mengejutkan adalah vortex ini juga terletak diatas lembah dan jurang yang amat dalam, sehingga meloncat ke vortex juga berarti bunuh diri. Bagaimana cara Andi, Dara dan teten untuk kembali ke dunia mereka? Mungkinkah sebenarnya pada tanggal 26 Desember gempa yang melanda Aceh adalah sebuah usaha bumi untuk malahan memperbaiki kesalahan waktu yang sudah terlalu jauh bergeser? (blitz)


Kemarin, aku juga sempat nonton Showbiz di Metro yang mewawancari sutradara, produser, serta 4 pemain utama film GLITCH. Seperti sinopsis yang telah Anda baca, film ini bergenre sci-fi (science-fiktif), sebuah tema yang mungkin baru pertama kali diangkat dalam perfilm-an Indonesia.
Menurut sang sutradara, film ini berdasarkan kejadian Tsunami yang dulu melanda Aceh. Kata beliau pula, ada fakta yang terungkap saat terjadi tsunami di Aceh pada tahun 2004, yakni palung Aceh beradu dan menyebabkan gempa berkekuatan 9 skala Richter. Bumi pun berhenti berputar selama 3 milisekon (setidaknya melambat). Selanjutnya, sebelum terjadi benturan tersebut, sebenarnya bumi sudah tidak berputar selama 24 jam, bahkan kurang dari 24 jam. Terjadinya tsunami itu tak lain adalah usaha dari bumi untuk membetulkan perputarannya agar kembali ke 24 jam sehari.

Film ini menyampaikan pentingnya arti waktu, jangan sampai kita menyia - nyiakannya. Juga, pemikiran bahwa segala sesuatu yang 'ajaib' sebab - sebabnya bisa dibuktikan secara keilmuan dan logika (wallahu a'lam). Dari film ini juga kita diingatkan untuk tidak merusak bumi. Kerusakan bumi itu nantinya akan menjadi bumerang bagi manusia.
Hmm, semoga film ini bisa mengawali perfilman Indonesia untuk lebih maju lagi.

Belajar Yuuk!

Grab this Widget ~ Blogger Accessories